• Go!

    Gaib, Nyata, Semesta

    MENGUNGKAP FENOMENA DUNIA

    Search

    Translate

    Rabu, 11 Januari 2017

    Misteri 'Lubang Hitam' Antara Ada Dan Tiada


    Lubang Hitam telah lama menjadi benda misterius nan eksotik di alam semesta. Dan ilmu pengetahuan tentang Lubang Hitam diperkirakan akan tumbuh pesat dalam waktu dekat seiring penemuan gelombang gravitasi pekan lalu. Tapi, bagaimana jadinya saat Bumi terhisap Lubang Hitam?

    Banyak pertanyaan tentang Lubang Hitam kepada tim InfoAstronomy.org, tentang apa sebenarnya Lubang Hitam, dan apa hubungannya dengan Lubang Cacing (Worm Hole), serta seperti apa penggambaran keduanya.

    Apa Itu Lubang Hitam? 

                                                               Ilustrasi Lubang Hitam. Kredit: NASA/JPL-Caltech

    Lubang Hitam adalah bagian dari ruang-waktu yang memiliki gravitasi sangat kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur atau lolos darinya. Teori Relativitas Umum memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah Lubang Hitam yang berada di ruang-waktu. Di sekitar Lubang Hitam ada permukaan yang di sebutEvent Horizon--sebuah batas tak bisa melarikan diri.

    Lubang Hitam bukanlah lubang dalam artian sebenarnya. Benda ini disebut "Lubang Hitam" karena menyerap apapun yang berada disekitarnya dan tidak dapat kembali lagi, bahkan cahaya. Secara teoritis, Lubang Hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

    Teori Medan Quantum dalam ruang-waktu melengkung memprediksi bahwa Event Horizon dari Lubang Hitam memancarkan radiasi disekitarnya dengan suhu yang terbatas. Suhu ini berbanding terbalik dengan massa Lubang hitam, sehingga sulit untuk diamati Lubang Hitam bermassa bintang atau lebih. 

    sedangkan menurut pengakuan

    Stephen Hawking `Black Hole` Sejatinya Tidak Ada


    Black hole atau lubang hitam adalah sumber daya tarik dan spekulasi tak berujung. Dianggap memegang rahasia alam semesta hingga kunci perjalanan melintasi waktu? Ia juga punya reputasi horor: disebut-sebut sebagai 'pemicu kiamat'. 

    Lubang hitam merupakan sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar.  Ia muncul dari kematian sebuah bintang, yang bahkan lebih massif dari Matahari. 

    Kita mungkin tak pernah tahu kebenaran dari semua teka-teki itu. Apalagi, fisikawan teoritis terkemuka, Stephen Hawking baru-baru ini mengagetkan komunitas ilmuwan dengen mengatakan, lubang hitam sejatinya tak ada -- setidaknya dalam pengertian yang selama ini kita anggap benar. 

    Apakah Hawking berubah pikiran? Apakah lubang hitam hanya isapan jempol dari imajinasi kolektif kita?

    Untungnya tidak. Hawking tidak mengubah pikirannya tentang lubang hitam secara keseluruhan. Ia hanya sedang menyoroti paradoks rumit dalam teori fisika. Khususnya, konflik berkepanjangan antara dua ide fundamental fisika tentang alam semesta: teori relativitas umum Albert Einstein dan dinamika kuantum. 

    Kebetulan, lingkungan ekstrem di dalam dan di sekitar lubang hitam cocok sebagai 'arena pertarungan' dua teori. Dalam hal ini Hawking menyoroti soal cakrawala peristiwa (event horizon) lubang hitam. Tentang batas yang menjadi unsur utama sebuah lubang hitam. 

    "Tidak adanya cakrawala peristiwa berarti bahwa tidak ada lubang hitam," tulis Hawking dalam makalah terbarunya, "Information Preservation and Weather Forecasting for Black Holes", seperti Liputan6.com kutip dari situs sains SPACE.com, Senin (27/1/2014).

    Untuk diketahui, sebuah lubang hitam memiliki batas yang disebut dengan cakrawala peristiwa (event horizon)

    Apapun yang jatuh dan berada pada daerah cakrawala peristiwa baik itu bintang, gas, atau bahkan cahaya maka tidak akan mampu lepas atau melarikan diri darinya. Ibarat pintu, sekali melewatinya, tak ada kesempatan untuk kembali.

    Lubang 'Abu-abu'



    Menurut New Scientist, Hawking awalnya mengatakan bahwa ketika sebuah lubang hitam mati, maka apapun yang ada di dalamnya akan ikut lenyap bersamanya. Saat itu penulis buku terkenal A Brief History of Time itu percaya bahwa benda apa pun yang terjebak dalam gravitasi lubang hitam tidak bisa lagi ditelusuri. 

    Tapi saat ini, melalui pertarungan panjang dan adu teori dengan fisikawan lain, Hawking akhirnya mengakui, ada sejumlah hal mungkin dapat lolos dari lubang hitam. 

    Salah satu penyebabnya, black hole memiliki permukaan yang bisa membuat cahaya terperangkap, namun, bentuknya yang bervariasi membuat cahaya mungkin lolos darinya. Sebuah pengakuan diungkap Hawking. Ia mengatakan, idenya bahwa semua hal dihancurkan oleh lubang hitam sebagai "kesalahan terbesar." 

    Hawking berpikir bahwa ide di balik cakrawala peristiwa (event horizon) harus dikerjakan ulang -- alih-alih mendenifisikan sebagai garis di mana cahaya sekalipun tak bisa lolos. 

    Ia lantas mencetuskan soal "apparent horizon" atau cakrawala jelas -- yang bisa mengubah bentuk berdasarkan fluktuasi kuantum di dalam lubang hitam. Hampir seperti sebuah "wilayah abu-abu" untuk fisika ekstrem.  Apparent horizon tidak akan melanggar baik prinsip relativitas umum atau dinamika kuantum -- dua teori fundamental alam semesta yang saling bertentangan. 

    Dalam teori relativitas umum, cakrawala jelas adalah permukaan yang merupakan batas antara cahaya yang diarahkan ke luar dan bergerak ke arah luar, dan mereka yang diarahkan ke luar tapi bergerak ke dalam.

    "Jadi, seperti prakiraan cuaca di Bumi, informasi akan hilang secara efektif, meskipun tidak akan ada kehilangan unitarity-nya , " tulis Hawking.

    Meski mengagetkan, sejumlah ilmuwan merespon apa yang disampaikan Hawking. "Gambaran Hawking terdengar masuk akal," kata Don Page, seorang ahli fisika dan ahli lubang hitam dari University of Alberta di Edmonton, Kanada, kepada jurnal Nature

    "Anda bisa bilang sangat radikal (Hawking) mengusulkan bahwa cakrawala peristiwa tidak ada. Tapi ini adalah kondisi yang sangat kuantum, dan ada ambiguitas tentang ruang dan waktu alam semesta, apalagi menentukan apakah ada daerah tertentu dapat disebut sebagai cakrawala peristiwa."

    Namun, bukan berarti astronot akan antre untuk menyelam ke dalam lubang hitam dalam waktu dekat. 

    Seperti dimuat dalam Nature, sebuah cakrawala jelas jelas tidak akan membakar manusia sampai garing seperti cakrawala peristiwa. Namun, bukan berarti Anda akan baik-baik saja melewatinya.

    "Setiap informasi atau objek lolos sebuah lubang hitam dalam skenario ini (cakrawala jelas) akan 'sangat kacau'," kata Hawking sendiri.

    Bagaimana Jika Kita Terhisap Lubang Hitam?

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Lubang Hitam memiliki gravitasi yang sangat kuat karena massanya yang besar. Jika Anda terhisap ke Lubang Hitam, seperti dikutip dari Discovery News, tubuh Anda akan meregang. Tubuh manusia akan memanjang. Manusia akan menjadi seperti spageti.

    Begitu masuk ke Lubang Hitam, manusia tak punya pilihan. Manusia tak bisa lari ataupun kembali. Seiring ketika masuk ke Lubang Hitam, waktu dalam sudut pandang manusia akan melambat, jauh lebih lambat dari waktu yang dirasakan di Bumi.

    Jika ada seseorang yang mampu melihat Anda terhisap Lubang Hitam, maka seseorang itu akan melihat Anda menua begitu cepat. Pada akhirnya, manusia yang terhisap Lubang Hitam akan tampak berhenti ketika sampai Event Horizon, alias "the point of no return".

    Kabar Buruk Bagi Bumi

    Apa yang akan terjadi, jika Lubang Hitam muncul, entah dari mana dan bagaimana caranya, di sebelah Bumi? Efek gravitasi yang kuat dari Lubang Hitam yang mampu membuat tubuh Anda menjadi spageti akan berlaku seketika itu juga. Sisi Bumi yang lebih dekat Lubang Hitam akan merasakan gravitasi lebih besar daripada sisi Bumi yang membelakangi Lubang Hitam.

    Bola Bumi akan mengerut, materialnya terhisap ke dalam Lubang Hitam seperti debu yang ditarik oleh mesin vacum cleaner. Material Bumi dan seluruh kehidupannya tadi akan berputar-butar di sekitar Event Horizon, lalu BUF! Bumi menghilang.

    Terhisap ke Lubang Hitam memang terdengar mengerikan. Namun, manusia mungkin tak perlu terlalu khawatir. Lubang Hitam terdekat dari Bumi adalah Lubang Hitam X-1, berjarak 6.000 tahun cahaya, sementara 1 tahun cahaya setara dengan 9,4 triliun kilometer. Sangat jauh. Lubang Hitam baru akan berbahaya jika kita berada 22.530 kilometer darinya.


    Nah, lho.. Menurut sobat siapa yang benar?




    Sumber : Dikutip dari berbagai sumber

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan Komentar..
    Menerima Tanya Juga Kritik & Saran.
    Tertib No Spam!

    Dapatkan Uang Dollar 100$ Perhari!

    AyuWage Services - Get Paid to Visits Sites and Complete Surveys